Mengenal Penggunaan Turnbuckle Sebagai Alat Bantu Angkat

Turnbuckle, sebagai salah satu alat bantu angkat yang sering digunakan dalam berbagai industri, menawarkan fleksibilitas dan keandalan dalam menangani berbagai kebutuhan angkutan. Sebagai perangkat mekanis yang terdiri dari dua ujung dengan tali, kabel atau kawat berlawanan yang dapat diputar untuk mengatur panjangnya, turnbuckle memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam pengangkatan berat.
Penggunaan turnbuckle tidak terbatas pada satu sektor saja, melainkan melibatkan berbagai bidang termasuk konstruksi, manufaktur, dan industri maritim. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuannya untuk menyediakan penyesuaian panjang yang cepat dan mudah, menjadikannya alat angkat dan angkut yang sangat berharga dalam situasi di mana presisi dan kontrol tinggi diperlukan.
Pengertian Turnbuckle
Turnbuckle merupakan sebuah komponen alat bantu angkat yang terbuat dari baja tahan karat. Turnbuckle yang juga dikenal dengan nama sebutan “jarum keras”, atau juga “spanskrup” adalah suatu alat yang dapat menghubungkan ujung dua panjang tali, kabel, atau kawat, yang kemudian diputar untuk melonggarkan atau mengencangkan sambungan. Umumnya turnbuckle berbentuk persegi panjang atau lonjong, dengan sekrup di bagian tengahnya. Desain seperti itu tentunya memungkinkan struktur yang sangat kuat sehingga dapat diaplikasikan dimana pun turnbuckle digunakan.
Jenis-jenis Turnbuckle
- Eye and Eye

Turnbuckle atau spanskrup “Eye and Eye” memiliki mata yang memanjang di setiap ujungnya. Hal ini untuk mengurangi tekanan pada mata dan memberikan koneksi yang lebih mudah dengan perangkat lainnya. Turnbuckle model ini dirancang dan digunakan untuk tarikan sebesar 1200 hingga 2200 pound sesuai dengan material dan kebutuhan penggunaannya. Kegunaan dari jenis mata (Eye) ini adalah untuk aplikasi dengan lubang kait non permanen (contohnya : Shackle dan Hook).
- Jaw and Jaw

Turnbuckle jenis “Jaw and Jaw” adalah komponen turnbuckle yang terdiri dari dua alat kelengkapan ujung jaw dan badan turnbuckle. Badan turnbackle berulir disebalah kiri pada suatu ujung dan berulir pula diujung yang berlawanan. Sedangkan yang membedakan “jaw and jaw” dengan turnbackle lainnya adalah bentuk pengunci dari tiap masing-masing jenis dari turnbuckle.
Jenis ”jaw and jaw” ini memiliki bentuk pengunci yang menggunakan mur dan baut. Turnbuckle “jaw and jaw” dibuat untuk keperluan yang bersifat non permanen. Fungsi utama dari turnbuckle ini adalah untuk mengatur dan mengencangkan tali sling yang akan digunakan serta dapat diputar di kedua sisinya pada saat digunakan. Jenis mata “jaw and jaw” memiliki pengunci yang tentunya membuat turnbuckle jenis ini jauh lebih aman digunakan karena kemungkinan mata turnbuckle tidak akan terlepas dari benda yang dikaitkannya.
- Eye and Jaw

Turnbuckle berikutnya adalah turnbuckle “Eye And Jaw”. Turnbuckle atau jarum keras berikut ini adalah komponen yang terdiri dari badan turnbuckle yang berulir serta memiliki pengikat berupa mata pada satu sisi dan sisi lainnya memiliki bentuk berupa ketapel atau seperti jaw. Untuk mengencangkan dan mengendurkan alat ini dapat memutar bagian putaran dari turnbuckle yang akan digunakan. Komponen ini memungkinkan pemasangan yang cepat ke bagian yang tidak dapat dibuka seperti mata tali kawat atau sling, rantai, atau baut mata (Eyebolt).
- Hook and Eye

“Hook and Eye” adalah salah satu jenis komponen turbuckle yang memilki fungsi untuk mengendurkan dan juga mengencangkan kabel atau tali sling, chain sling dan lain-lainnya, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan juga media yang akan digunakan.
- Hook and Hook

“Hook and Hook” merupakan komponen turnbuckle yang memiliki ujung pengait satu berbentuk hook dan di sisi lain juga berbentuk hook atau pengait. Turnbuckle jenis ini dapat digunakan dengan memutar badan dari turnbuckle ini.
Secara umum fungsi utama dari pada turnbuckle ini adalah untuk mengencangkan dan mengendurkan kabel sling dan juga chain sling. Adanya jenis-jenis turnbuckle ini adalah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan serta keperluan yang akan dilakukan di suatu pekerjaan yang akan dilakukan.
Untuk menggali lebih dalam dari fungsi turnbuckle simak terus penjelasan dibawah ini.
Fungsi Utama dari Turnbuckle
Seperti yang telah dipaparkan diatas, selain fungsi yang telah disebutkan turnbuckle juga memiliki fungsi lain pada saat pengerjaannya, dimana turnbuckle digunakan untuk berbagai jenis aplikasi di berbagai industri, termasuk diantaranya:
- Konstruksi pesawat terbang
- Konstruksi jembatan
- Tali-temali (rigging) dan pengangkatan di atas kepala (overhead lifting)
- Tali-temali (rigging) dan pengikatan pengiriman (lashing and shipping)
- Produksi teater untuk peralatan pengangkat
- Sistem pipa
- Transportasi laut

Cara Pemasangan Turnbuckle
Pemasangan yang tepat pada peralatan apa pun sangat penting untuk keselamatan dan efektivitas, tidak terkecuali tentunya, turnbuckle. Memasang turnbuckle bisa diikuti dengan langkah-langkah berikut ini:
- Lepaskan semua alat kelengkapan ujung dari bodi utama hingga memanjang hingga penuh.
- Hubungkan fitting yang Anda inginkan pada kedua ujungnya.
- Putar turnbuckle sampai Anda mencapai ketegangan yang diinginkan.
- Kencangkan mur, jika ada, hingga ke bodi.
Saat Anda melakukan pemasangan, pastikan untuk mengingat batas beban sehingga turnbuckle dapat berfungsi dengan baik.
Penggunaan Turnbuckle sebagai alat Rigging dan Lifting
Turnbuckle adalah alat praktis yang memudahkan pengangkatan suatu material atau beban dan pemindahan dengan cara lifting maupun rigging. Adapun cara penggunaannya adalah sebagai berikut:
- Turnbuckle digunakan untuk menambah atau mengurangi tegangan pada beban untuk melakukan penyesuaian kecil.
- Turnbuckle membantu mengakomodasi perbedaan panjang sling, memastikan distribusi beban yang merata.
- Turnbuckle dapat digunakan untuk menyamakan beban.
Singkatnya, turnbuckle digunakan untuk menyesuaikan kekenduran pada beban yang tidak seimbang.
Implikasi Penggunaan Turnbuckle dalam Lifting dan Rigging
Penggunaan turnbuckle dalam pekerjaan angkat atau memindahkan beban memiliki implikasi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, dan fleksibilitas operasional. Turnbuckle, sebagai alat penyesuai panjang yang dapat digunakan untuk mengatur ketegangan atau panjang kabel, memiliki dampak positif yang mencakup berbagai aspek pekerjaan.
Salah satu implikasi utama adalah kemampuan turnbuckle dalam penyesuaian panjang. Dengan kemampuan ini, pekerja dapat dengan mudah mengatur atau menyesuaikan panjang kabel atau rantai sesuai kebutuhan spesifik beban yang akan diangkat. Hal ini memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam menangani beban dengan ukuran atau bentuk yang berbeda, meminimalkan risiko ketidaksesuaian dan memastikan keamanan sebagai alat bantu angkat atau angkut selama proses angkat-memindahkan (lifting dan rigging).
Selain itu, turnbuckle juga berperan dalam distribusi beban yang merata. Dengan kemampuannya untuk menyesuaikan panjang kabel atau rantai pada kedua mata ujungnya, turnbuckle membantu menciptakan distribusi beban yang seimbang. Hal ini esensial dalam mencegah ketegangan berlebih pada satu sisi beban, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan atau bahkan kerusakan pada peralatan atau struktur.

Implikasi lainnya adalah peningkatan keamanan operasional. Dengan menggunakan turnbuckle, pekerja dapat memastikan bahwa setiap langkah pengangkatan beban dilakukan dengan kontrol yang baik. Penyesuaian panjang yang tepat dan distribusi beban yang merata dapat mengurangi risiko kegagalan struktural atau terputusnya kabel selama operasi angkat ataupun memindahkan, hingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Selanjutnya, penggunaan turnbuckle juga berdampak pada efisiensi waktu dan tenaga. Kemampuan untuk dengan cepat menyesuaikan panjang kabel atau rantai mempercepat proses persiapan dan eksekusi pengangkatan beban. Pekerjaan dapat dilakukan lebih efisien tanpa mengorbankan keamanan, yang dapat berdampak positif pada produktivitas keseluruhan di lokasi kerja.
Dengan demikian, implikasi penggunaan turnbuckle dalam pekerjaan angkat dan memindahkan, atau lifting dan rigging beban melibatkan:
- Peningkatan fleksibilitas
- Distribusi beban yang merata
- Keamanan operasional, dan
- Efisiensi waktu
Pemahaman yang baik tentang kemampuan turnbuckle dan penerapannya dengan benar dapat membawa manfaat yang signifikan bagi berbagai industri yang melibatkan kegiatan lifting dan rigging (angkat-memindahkan) beban.
Penggunaan Turnbuckle sebagai Alat Bantu Angkat atau Angkut
Menurut prosedur pelaksanaan yang diatur pemerintah yang termaktub dalam Permenaker No 8 Tahun 2020, hal-hal yang harus diperhatikan mengenai turnbuckle sebagai alat bantu angkat atau alat bantu angkut adalah:
- Alat kelengkapan berupa: Shackle, Tumbuckle, Swivel, Eyebolt, Eyenuts, Eyepad, Hooker, Rings, Master Link, dan Clamp, harus digunakan sesuai dengan jenis, kapasitas, bentuk muatan dan dilakukan pemilihan sesuai dengan jenis alat bantu angkat dan angkut dalam aktivitas lifting dan rigging, kecuali jaring.
- Setiap orang dilarang menggunakan alat kelengkapan berupa Shackle, Tumbuckle, Swivel, Eyebolt, Eyenuts, Eyepad, Hooker, Rings, Master Link, dan Clamp jika mengalami:
- Perubahan dimensi 10% (sepuluh persen) dari dimensi semula dan
- Perubahan bentuk, kerusakan ulir, retak, dan korosi.
- Apabila ada kelengkapan atau alat yang mengalami perubahan bentuk, kerusakan ulir, retak, korosi, dan mengalami perubahan bentuk maka harus dimusnahkan.

Perawatan dan Keselamatan Penggunaan Turnbuckle
Perawatan rutin pada turnbuckle adalah langkah krusial untuk memastikan kinerja optimal dan keamanan selama penggunaan. Dengan melibatkan beberapa tindakan sederhana, perawatan ini membantu memperpanjang umur turnbuckle dan mencegah potensi kerusakan yang dapat terjadi akibat kondisi lingkungan atau pemakaian yang ekstensif.

Salah satu langkah pertama dalam perawatan rutin adalah:
- Pembersihan secara teratur. Debu, kotoran, dan kotoran lainnya dapat mengumpul pada turnbuckle dan mempercepat proses korosi. Membersihkan permukaan turnbuckle dengan lap yang lembab dan sabun ringan membantu menjaga kebersihan dan mencegah masalah yang mungkin timbul akibat akumulasi kotoran.
- Selain itu, memeriksa kondisi fisik turnbuckle secara berkala sangat penting. Pengecekan melibatkan memeriksa setiap komponen, termasuk batang utama, mata ujung kiri dan kanan, serta bagian pengencang. Pastikan tidak ada retakan, keretakan, atau tanda-tanda keausan yang mencolok. Jika ditemukan kerusakan, segera gantilah komponen yang rusak untuk mencegah risiko kegagalan struktural.
- Proses pelumasan juga merupakan bagian penting dari perawatan rutin turnbuckle. Melumasi bagian-bagian yang bergerak, seperti mata ujung dan bagian pengencang, dengan pelumas yang sesuai membantu mengurangi gesekan dan mencegah korosi. Pemilihan pelumas yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan tempat turnbuckle digunakan sangat penting untuk memastikan keefektivan perlindungan dan pelumasan.
- Terakhir, memonitor ketegangan turnbuckle secara teratur adalah bagian dari perawatan preventif. Pastikan bahwa turnbuckle tetap sesuai dengan spesifikasi dan rekomendasi pabrikan. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau perubahan yang signifikan, perlu dilakukan penyesuaian atau penggantian komponen yang tepat.
Dengan menjalankan langkah-langkah perawatan rutin ini secara konsisten, pengguna dapat meminimalkan risiko kegagalan turnbuckle dan memastikan keselamatan pekerja serta kinerja optimal selama penggunaan dalam kegiatan turnbuckle sebagai alat bantu angkat maupun angkut selama aktivitas angkat-memindahkan beban.


