Kapasitas Angkat, Ukuran, dan Merek Shackle yang Beredar di Pasaran

Shackle adalah komponen penting dalam pengangkatan dan pengikatan beban yang digunakan di berbagai industri, termasuk konstruksi, perkapalan, dan transportasi. Kelengkapan (aksesoris) alat bantu angkat ini berfungsi sebagai penghubung antara alat angkat dan beban yang akan diangkat atau dipindahkan.
Berikut adalah penjelasan mengenai kemampuan angkat, ukuran, kisaran harga, dan berbagai merek shackle yang beredar di pasaran.
Kemampuan Angkat Shackle
Kemampuan angkat atau working load limit (WLL) dari alat ini bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis shackle. WLL menunjukkan beban maksimum yang dapat diangkat oleh alat bantu ini dengan aman.
-
Jenis-Jenis Shackle
- Anchor Shackle (Bow Shackle)
Memiliki bentuk melengkung dan cocok untuk aplikasi di mana sudut pengangkatan dapat bervariasi.
- Chain Shackle (D Shackle)
Memiliki bentuk D dan lebih cocok untuk aplikasi pengangkatan dengan sudut angkat yang tetap.
-
Kemampuan Angkat
- Shackle dengan ukuran kecil (misalnya, 1/4 inch atau 6 mm) biasanya memiliki kemampuan angkat sekitar 0,5 ton hingga 1 ton.
- Shackle dengan ukuran menengah (misalnya, 5/8 inch atau 16 mm) biasanya memiliki kemampuan angkat sekitar 3 ton hingga 4,75 ton.
- Shackle dengan ukuran besar (misalnya, 1 inch atau 25 mm) biasanya memiliki kemampuan angkat sekitar 8,5 ton hingga 12 ton.
-
Ukuran Shackle
Ukuran kelengkapan alat bantu angkat yang satu ini ditentukan berdasarkan diameter pin dan diameter bagian dalam badan shackle. Beberapa ukuran umum yang tersedia di pasaran antara lain:
- Diameter Pin: 1/4 inch (6 mm), 3/8 inch (10 mm), 1/2 inch (13 mm), 5/8 inch (16 mm), 3/4 inch (19 mm), 7/8 inch (22 mm), 1 inch (25 mm), dan lebih besar.
- Diameter Badan: Ukuran ini bervariasi tergantung pada desain dan standar yang digunakan oleh pabrikan.
Shackle umumnya tersedia dalam berbagai standar seperti ASTM, ASME, dan EN yang memastikan kualitas dan kemampuan angkat yang sesuai dengan spesifikasi.
Kisaran Harga Shackle
Harga shackle sangat bervariasi tergantung pada ukuran, jenis, merek, dan material yang digunakan. Berikut adalah kisaran harga umum untuk shackle di pasaran Indonesia (tahun 2024):
- Ukuran Kecil (1/4 inch atau 6 mm): Rp 50.000 – Rp 150.000 per unit.
- Ukuran Menengah (5/8 inch atau 16 mm): Rp 200.000 – Rp 500.000 per unit.
- Ukuran Besar (1 inch atau 25 mm): Rp 600.000 – Rp 1.500.000 per unit.
Harga tersebut dapat berbeda berdasarkan kualitas material (misalnya, baja karbon, baja tahan karat, baja forging dan bukan hasil forging, desainnya mengikuti standar tertentu atau tanpa standar ) dan sertifikasi yang dimiliki oleh shackle.
Merek Shackle yang Beredar di Pasaran
Berikut adalah beberapa merek shackle yang terkenal dan banyak digunakan di pasaran Indonesia:
- Crosby
- Kelebihan: Crosby adalah merek internasional yang terkenal dengan kualitas tinggi dan standar keamanan yang ketat. Shackle Crosby sering digunakan di industri berat karena keandalannya.
- Produk Unggulan: Crosby G-209 Screw Pin Anchor Shackle, Crosby G-210 Bolt Type Anchor Shackle.
- Gunnebo
- Kelebihan: Gunnebo menawarkan produk-produk berkualitas tinggi dengan inovasi dan teknologi terbaru. Produk mereka dikenal tahan lama dan aman.
- Produk Unggulan: Gunnebo GrabiQ Shackle, Gunnebo Omega Link Shackle.
- Van Beest (Green Pin)
- Kelebihan: Van Beest, dengan merek Green Pin, dikenal dengan produk yang tahan lama dan memenuhi standar internasional. Mereka menawarkan berbagai jenis shackle untuk berbagai aplikasi.
- Produk Unggulan: Green Pin Bow Shackle, Green Pin D Shackle.
- ABLE
- Kelebihan: ABLE menyediakan shackle dengan berbagai kapasitas angkat dan ukuran. Produk mereka sering digunakan di industri konstruksi dan transportasi dan memiliki standard internasional.
- Produk Unggulan: Screw Pin Shackle, Bolt Bow Shackle, Screw Pin Bow Shackle.
- Merek-merek buatan negeri China
- Kelebihan: Shackle buatan China biasanya lebih ekonomis dan tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas. Meski harganya lebih terjangkau, penting untuk memastikan kualitas dan standar keamanannya.
- Produk Unggulan: Berbagai tipe anchor shackle dan chain shackle.
Shackle adalah komponen penting dalam operasi pengangkatan dan pengikatan beban. Memilih alat yang tepat memerlukan pertimbangan terhadap kemampuan angkat, ukuran, dan kualitas produk. Merek-merek seperti Crosby, Gunnebo, Van Beest (Green Pin), dan YOKE menawarkan produk berkualitas tinggi dengan berbagai pilihan kapasitas angkat dan ukuran.
Pastikan untuk selalu mempertimbangkan faktor keamanan dan spesifikasi teknis saat membeli shackle untuk memastikan operasi pengangkatan yang aman dan efisien.
Spesifikasi Teknis Shackle sebagai Kelengkapan Alat Bantu Angkat
Shackle adalah salah satu komponen utama yang digunakan dalam operasi pengangkatan dan pengikatan beban. Seperti yang telah disinggung diatas alat bantu ini berfungsi sebagai penghubung antara komponen pesawat angkat dengan alat angkat (seperti tali, rantai, atau sling) dengan beban yang diangkat.
Agar dapat digunakan dengan aman dan efisien, shackle harus memenuhi spesifikasi teknis tertentu. Berikut adalah penjelasan mengenai spesifikasi teknis alat bantu yang digunakan sebagai alat angkat ini.
1. Macam-Macam Jenis Shackle Berdasarkan Bentuknya
Shackle adalah komponen penting dalam operasi pengangkatan dan pengikatan beban, digunakan sebagai penghubung antara alat angkat dan beban. Berdasarkan bentuknya, alat ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis utama. Masing-masing jenis memiliki karakteristik dan kegunaan spesifik.
Berikut adalah penjelasan mengenai macam-macam jenis shackle berdasarkan bentuknya:
Anchor Shackle (Bow Shackle)
Anchor shackle memiliki bentuk yang melengkung atau bulat, menyerupai busur.
- Memiliki lebar yang lebih besar dibandingkan dengan chain shackle.

- Dilengkapi dengan pin yang dapat dibuka dan ditutup.
- Cocok untuk aplikasi di mana sudut angkat dapat bervariasi.
- Digunakan dalam pengikatan tali, sling, atau rantai pada beban yang memerlukan pergerakan lebih bebas.
Contoh Penggunaan:
- Mengangkat beban dengan sling multiple.
- Aplikasi di mana ada kebutuhan untuk rotasi atau pergerakan sudut yang lebih luas.
Chain Shackle (D Shackle)
Chain shackle memiliki bentuk yang lebih sempit dan lurus, menyerupai huruf “D”.
- Lebar dalam lebih kecil dibandingkan dengan anchor shackle.
- Menyediakan stabilitas yang lebih baik untuk beban yang ditarik lurus.
- Ideal untuk aplikasi di mana sudut angkat tetap dan linier.
- Digunakan untuk menghubungkan rantai atau kabel pada beban yang tidak memerlukan pergerakan bebas.
Contoh Penggunaan:
- Pengangkatan beban dengan arah tarikan lurus.
- Aplikasi pengikatan rantai pada kendaraan atau alat berat.
Long Reach Shackle
Long reach shackle memiliki badan yang lebih panjang dan ramping.
- Memiliki panjang tambahan untuk mencapai area yang lebih sulit dijangkau.
- Biasanya digunakan dengan pin sekrup atau baut pengunci.
- Cocok untuk aplikasi di mana jarak antara titik pengikatan dan beban perlu diperpanjang.
- Digunakan dalam situasi di mana akses terbatas atau sulit dijangkau dengan shackle standar.
Contoh Penggunaan:
- Pengangkatan beban dalam ruang sempit atau area terbatas.
- Aplikasi pengikatan pada struktur tinggi atau dalam celah sempit.
Wide Body Shackle
Wide body shackle memiliki badan yang lebih lebar dibandingkan dengan shackle standar.
- Lebar dalam yang lebih besar memungkinkan pengikatan beban yang lebih besar atau alat angkat yang lebih tebal.
- Menyediakan distribusi beban yang lebih merata pada titik pengikatan.
- Ideal untuk aplikasi dengan beban yang lebih lebar atau alat angkat yang lebih tebal.
- Digunakan untuk mengurangi tekanan pada titik pengikatan dan mencegah kerusakan pada beban.
Contoh Penggunaan:
- Pengikatan sling atau tali yang lebih tebal.
- Aplikasi pengikatan pada beban yang lebar atau besar.
Twist Shackle
Twist shackle memiliki desain yang diputar, biasanya pada sudut 90 derajat.
- Memungkinkan pengikatan beban pada sudut yang berbeda tanpa memutar alat angkat lainnya.
- Dilengkapi dengan pin yang dapat dibuka dan ditutup.
- Cocok untuk aplikasi di mana alat angkat dan beban tidak berada dalam garis lurus.
- Digunakan untuk mengurangi putaran pada tali atau sling selama pengangkatan.
Contoh Penggunaan:
- Pengikatan tali atau sling yang memerlukan perubahan arah.
- Aplikasi di mana sudut pengikatan harus diubah tanpa memutar beban.
Bow Shackle dengan Pin Baja Tahan Karat
Bow shackle yang memiliki badan melengkung dengan pin yang terbuat dari baja tahan karat.
- Pin baja tahan karat menyediakan ketahanan yang lebih tinggi terhadap korosi.
- Cocok untuk digunakan dalam lingkungan yang keras atau korosif.
- Ideal untuk aplikasi di lingkungan laut atau industri kimia.
- Digunakan untuk pengikatan yang memerlukan ketahanan korosi tinggi.
Contoh Penggunaan:
- Pengangkatan beban di lingkungan laut atau pelabuhan.
- Aplikasi di pabrik kimia atau industri yang menggunakan bahan korosif.
2. Berdasarkan Material dan Konstruksi
Shackle umumnya terbuat dari baja karbon tinggi, baja paduan, atau baja tahan karat. Bahan yang digunakan harus memiliki kekuatan tarik tinggi untuk memastikan daya tahan dan keamanan.
Shackle harus diproduksi dengan proses pengecoran yang presisi dan perlakuan panas untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap keausan.
3. Dimensi Utama
Dimensi utama shackle yang harus diperhatikan meliputi:
- Diameter Pin (d): Diameter dari pin atau baut yang menghubungkan ujung shackle.
- Diameter Badan (D): Diameter bagian dalam badan shackle.
- Lebar Dalam (W): Lebar bagian dalam shackle, yang mempengaruhi ukuran beban atau alat yang dapat dihubungkan.
- Jarak Pembukaan (E): Jarak antara ujung shackle saat pin dilepas, menentukan seberapa besar beban yang dapat dimasukkan ke dalam shackle.
4. Safety Factor (Faktor Keamanan)
Shackle harus memiliki faktor keamanan yang memadai, biasanya antara 4:1 hingga 6:1. Faktor keamanan adalah rasio antara beban patah minimum dan WLL.
Misalnya, shackle dengan faktor keamanan 5:1 yang memiliki WLL 5 ton harus dapat menahan beban hingga 25 ton sebelum patah.
5. Sertifikasi dan Standar
Shackle yang digunakan untuk pengangkatan harus memenuhi standar dan sertifikasi internasional, seperti:
- AS2741-2002
- ASME B30.26
- ASTM A153
- EN 13889
- BS 3032
Sertifikasi ini memastikan bahwa shackle telah diuji dan memenuhi persyaratan keselamatan yang ketat.
6. Fitur Tambahan
Beberapa fitur tambahan yang dapat meningkatkan kinerja dan keamanan shackle meliputi:
- Pin Sekrup atau Baut Pengunci: Pin yang dapat dikunci dengan mur atau kunci pengaman untuk mencegah pelepasan tidak sengaja.
- Tanda WLL dan Ukuran: Tanda yang dicetak atau diembos pada badan shackle untuk menunjukkan WLL dan ukuran shackle.
- Perlindungan Korosi: Lapisan galvanis atau stainless steel untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi, terutama untuk penggunaan luar ruangan atau lingkungan yang keras.
Contoh Spesifikasi Teknis Shackle
Berikut adalah contoh spesifikasi teknis dari sebuah shackle:
- Jenis: Anchor Shackle (Bow Shackle)
- Bahan: Baja paduan tinggi dengan perlakuan panas
- Diameter Pin: 1/2 inch (13 mm)
- Diameter Badan: 3/4 inch (19 mm)
- Lebar Dalam: 1 inch (25 mm)
- Jarak Pembukaan: 1,5 inch (38 mm)
- Working Load Limit (WLL): 4,75 ton
- Faktor Keamanan: 5:1
- Sertifikasi: ASME B30.26, ASTM A153
- Fitur Tambahan: Pin sekrup dengan pengunci pengaman, lapisan galvanis



