Pengertian & Panduan Lengkap Shackle

Dalam dunia peralatan lifting, shackle merupakan komponen yang memiliki peran krusial. Shackle atau yang dikenal juga sebagai gyves, merupakan komponen yang memegang peran sentral dalam kegiatan pengangkatan, pengamanan, dan pengikatan beban berat, objek, dan peralatan.
Shackle dalam pengangkatan biasanya ditemukan sebagai mata rantai terakhir dalam konfigurasi sambungan atau sling, di mana fungsinya sangat krusial dalam membentuk koneksi fisik yang kuat antara perangkat pengangkat beban, seperti kait hoist atau sling, dengan beban yang memerlukan pemindahan atau dukungan.
Dalam konteks pengangkatan atau pengikatan, shackle tidak hanya berperan sebagai perangkat penyambung.
Seperti halnya dengan carabiner dan berbagai peralatan penyambungan lainnya, shackle dalam peralatan lifting dirancang untuk menyediakan koneksi yang kokoh dan tahan lama antara dua titik, yang dapat dengan mudah dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.
Sebagai penghubung utama dalam sistem angkat, pemahaman mendalam mengenai jenis, fungsi, dan pemilihan shackle menjadi esensial. Artikel ini akan membahas rinci segala aspek yang terkait dengan shackle dalam konteks peralatan lifting.
Pengertian Shackle
A. Apa itu Shackle?
Apa itu shackle? Shackle adalah suatu perangkat bantu yang digunakan untuk menghubungkan sling, baik itu wire rope, webbing, atau chain, yang diterapkan untuk keperluan lifting atau towing.
Shackle, juga dikenal sebagai D-shackle atau bow shackle, adalah perangkat berbentuk U dengan pin atau sumbu sebagai pengunci.
B. Struktur Umum Shackle
Meskipun terdapat variasi dalam jenis dan konfigurasi shackle, secara umum, setiap jenis shackle terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
- Body (Badan) Bagian utama yang dapat berbentuk D atau bow, tergantung pada kebutuhan aplikasi. Badan shackle memiliki bentuk yang umumnya mirip dengan huruf U atau setengah lingkaran. Desainnya yang kuat dan tahan lama memberikan landasan kokoh untuk menjaga kestabilan selama pengangkatan.
- Pin (Bolt) Komponen yang dapat dilepas dan digunakan untuk menghubungkan shackle. Pin atau baut shackle dihubungkan melalui kedua ujung loop pada badan shackle untuk membentuk koneksi tertutup. Pins sering kali bersifat threaded atau part-threaded, namun, dapat pula berbentuk clevis fasteners dengan lubang lintang untuk memasang split pin atau tang agar tetap terkunci.
Berbagai Jenis Shackle dan Penggunaannya
Berdasarkan Bentuk dan Tipenya
Terdapat dua jenis shackle yang umum digunakan, yaitu D Shackle dan Anchor/Bow Shackles.
D-Shackles
D-Shackles atau chain shackles, sering disebut sebagai ‘Dee-shackles’, seperti namanya, terdiri dari badan berbentuk D yang lebih sempit dibandingkan bentuk ‘O’ yang meluas yang biasanya terlihat pada kebanyakan anchor atau bow shackles. Sebaliknya, D-Shackles lebih mirip dengan bentuk loop atau link rantai standar.

Mereka termasuk jenis shackle paling umum yang ditemukan dalam berbagai skenario sehari-hari, dan sebagian besar jenis shackle lainnya pada dasarnya adalah variasi dari versi dasar berbentuk D ini. D-Shackles biasanya ditutup dengan pin yang berulir atau pin jenis clevis, dan umumnya dianggap sebagai pilihan yang sesuai untuk beban sedang hingga berat yang diangkat secara lurus.
Untuk beban samping, di mana pengangkatan yang dilakukan tidak selalu sepenuhnya vertikal, D-Shackles tidak disarankan karena dapat mulai berputar atau membengkok jika gaya yang cukup diterapkan. Pada sebagian besar aplikasi pengangkatan dengan beban samping, konfigurasi shackle yang disarankan adalah anchor atau bow-type shackle (lihat bow shackles di bawah).
“Jadi Shackle dengan badan berbentuk D, ideal untuk beban yang memerlukan kekuatan ekstra di satu sisi.”
Di antara banyak jenis D-Shackles yang tersedia dari berbagai pemasok dan produsen saat ini, beberapa bahan umum yang biasa tercantum dalam katalog produk antara lain: stainless steel D-Shackles, zinc-plated atau galvanised steel D-Shackles, dan berbagai bentuk alloy steel D-Shackles.
Bow Shackles
Bow Shackles, juga dikenal sebagai anchor shackles, merupakan varian berbentuk O yang lebih meluas dari format D-shackle. Shackle berbentuk busur yang memungkinkan sudut beban lebih leluasa.

Salah satu keunggulan kunci dari bow shackles adalah bahwa mereka jauh lebih baik untuk menangani beban dari berbagai arah tanpa menjadi situasi beban samping yang signifikan, karena bentuk bulat pada badan memungkinkan mereka mendukung muatan lebih berat di berbagai titik sekitar lingkar bow shackle.
Bow atau anchor shackle juga dapat menampung tali pengangkat yang jauh lebih lebar daripada varian D-shackle yang lebih sempit (untuk semua pekerjaan pengangkatan dan rigging, shackle yang dipilih harus dapat menampung tali atau sling tanpa memerlukan penjepitan kain yang berlebihan).
Kompromi untuk keunggulan ini adalah toleransi berat keseluruhan yang lebih rendah dibandingkan dengan D-shackle setara, asalkan pengangkatan dilakukan secara ketat sejajar untuk yang terakhir.
Berdasarkan Bentuk Pengunci
Shackle dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Screw Pin, Round Pin, dan Bolt & Nut Type.
Screw Pin Shackle

Shackle dengan pin yang dapat diputar, memudahkan instalasi dan penggantian. Menggunakan bentuk pin dengan sekrup tanpa pengunci. Pengguna hanya perlu mengencangkan hingga batas ulir habis untuk pemasangan yang tidak permanen.
Round Pin

Shackle round pin memiliki fungsi serupa dengan Screw Pin, namun memiliki pengunci pada ujungnya untuk mencegah lepas. Keduanya umumnya digunakan untuk aplikasi yang tidak permanen.
Bolt & Nut Type

Sementara shackle tipe bolt & nut menggunakan pin menyerupai kepala baut dan cenderung digunakan untuk aplikasi permanen, terutama pada proyek offshore, untuk keamanan ekstra.
Tipe-tipe spesialisasi juga ditemui, seperti:
Synthetic Sling Shackles

Shackle yang diperlebar bow-nya dengan badan yang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi sling sintetis, cocok untuk beban besar.
Wide Body Shackles
Wide Body Shackles merupakan desain shackle yang memiliki badan yang lebih lebar, dan desain ini secara signifikan meningkatkan masa pakai sling. Shackle ini dirancang untuk dapat menghubungkan sling web dengan kekuatan tinggi, sling bundar, Twin-Path® Slings, atau sling dari kawat.

Peningkatan pada radius busur shackle memberikan peningkatan minimum 58% pada permukaan dukungan sling dan menghilangkan kebutuhan akan thimble.
Keunggulan utama dari Wide Body Shackles adalah kemampuannya untuk memperpanjang masa pakai sling secara signifikan. Desain badan yang lebih lebar memberikan keleluasaan dalam menghubungkan berbagai jenis sling dengan kekuatan tinggi tanpa mengorbankan keamanan.
Peningkatan radius busur shackle juga memberikan keuntungan tambahan dalam meningkatkan permukaan dukungan sling, yang dapat mengurangi tekanan pada sling itu sendiri. Selain itu, eliminasi kebutuhan akan thimble juga membuat penggunaan shackle ini lebih praktis dan efisien dalam berbagai aplikasi pengangkatan dan rigging.
Long Reach Shackles

Shackle yang ideal untuk aplikasi konstruksi dengan kebutuhan jangkauan lebih Panjang.
Sheet Pile Shackles

Shackle yang dirancang khusus untuk menarik sheet piling dengan pin pembuka yang aman dan tidak mudah lepas.
Twisted Shackle

Twisted Shackle adalah jenis shackle yang dirancang khusus untuk mengurangi torsi atau perputaran pada perangkat rigging kapal, terutama digunakan pada rigging yacht. Shackle dengan desain badan yang dibengkokkan untuk meningkatkan kekuatan.
Shackle ini umumnya banyak digunakan di berbagai jenis kapal laut. Twisted Shackle tersedia dalam berbagai ukuran, dengan lebar ujung bukaan shank berkisar antara 10mm hingga 24mm, memungkinkan penyambungan dengan berbagai objek berukuran berbeda.
Keunggulan utama dari Twisted Shackle terletak pada kemampuannya untuk mengurangi perputaran pada rigging kapal, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk aplikasi di kapal-kapal laut dan yacht.
Quick Release Shackle
Quick Rele
Digantung dari excavator atau crane dengan rantai yang sesuai, Quick Release Shackle memberikan fleksibilitas dalam berbagai konstruksi.
Keunggulan mekanisme quick release memastikan operasi yang lancar dan responsif, meningkatkan efisiensi kerja. Sebagai solusi praktis, shackle ini memudahkan proses pengangkatan dan penancapan trench sheet serta light pile dengan aman dan efektif.
Tipe, Ukuran dan Kapasitas Shackle
Type Shackle
Shackle hadir dalam berbagai jenis, ukuran, dan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan rigging dan pengangkatan beban. Tipe shackle meliputi D-Shackle, Bow Shackle, Screw Pin Shackle, dan Bolt-Type Shackle, masing-masing dirancang untuk keperluan khusus. Ukuran sebuah shackle diukur berdasarkan diameter pin, dan terdapat variasi dalam dimensi lain seperti lebar bow dan panjang shackle.
Memahami Ukuran Shackle
Ukuran shackle ada banyak variasi sesuai kapasitas pekerjaan yang berbeda. Baik ukuran shackle besar maupun kecil, diameter pin cenderung lebih panjang dari ukuran body shackle. Ukuran standar shackle umumnya tersedia dalam berbagai varian populer seperti 3/4”, 5/8”, 1/2”, 1”, 3/8”, dan 7/8”. Variasi ukuran shackle maupun bobotnya tidak boleh melebihi atau kurang dari ±5% dari ukuran standar.
Kapasitas Shackle
Selain ukuran, kapasitas shackle juga bervariasi tergantung pada diameter. Kapasitas dan ukuran shackle biasanya tercantum di sampingnya untuk memudahkan pemilihan. Sebagai contoh, shackle dengan ukuran 1/4 inchi atau 6mm memiliki kapasitas atau WLL sekitar 0,5 ton, sementara shackle dengan ukuran 6 mm atau 5/16 inchi memiliki kapasitas WLL seberat 0,75 ton. Variasi kapasitas dan ukuran shackle di pasaran sangat beragam, memungkinkan pemilihan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pengangkatan dan rigging.
Jenis Bahan Shackle
Shackle (segel) umumnya dibuat dari berbagai bahan atau material yang memiliki kekuatan, ketahanan, dan sifat-sifat khusus untuk menangani beban berat dan kondisi kerja tertentu. Berikut adalah beberapa bahan atau material yang umum digunakan dalam pembuatan shackle:
- Baja Karbon (Carbon Steel) Baja karbon adalah bahan umum untuk shackle karena kombinasi kekuatan dan ketahanan terhadap tekanan. Shackle baja karbon sering dilapisi dengan lapisan anti-korosif seperti galvanis atau dilapisi seng untuk melindungi dari karat.
- Baja Paduan (Alloy Steel) Baja paduan menawarkan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan baja karbon konvensional. Ini membuat shackle baja paduan lebih tahan terhadap beban berat dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Baja paduan juga dapat memiliki sifat tahan panas yang diperlukan dalam beberapa aplikasi.
- Baja Tahan Karat (Stainless Steel) Shackle yang terbuat dari baja tahan karat memiliki ketahanan terhadap korosi dan oksidasi. Ini membuatnya cocok untuk penggunaan di lingkungan yang memerlukan ketahanan terhadap kondisi atmosfer yang keras atau kelembaban tinggi.
- Titanium Dalam beberapa kasus, shackle dapat terbuat dari titanium, terutama dalam situasi di mana berat ringan, ketahanan terhadap korosi, dan kekuatan tinggi sangat diperlukan. Titanium juga tahan terhadap lingkungan asam dan suhu tinggi.
- Aluminium Meskipun jarang digunakan untuk beban berat, shackle aluminium dapat digunakan di situasi di mana berat ringan dan ketahanan terhadap korosi adalah faktor kritis.
Pemilihan bahan atau material shackle tergantung pada berbagai faktor termasuk beban kerja yang diantisipasi, kondisi lingkungan, dan persyaratan khusus dari aplikasi tertentu. Keselamatan, kekuatan, dan ketahanan terhadap korosi adalah pertimbangan utama dalam pemilihan material shackle.
Fungsi dan Kegunaan Shackle
Shackle, atau segel, memiliki banyak fungsi dan kegunaan terutama dalam sebuah proyek atau industri. Shackle untuk mengangkat beban berat biasanya banyak digunakan dalam pekerjaan berat seperti penggantungan, di industri atau di kapal besar. Di sisi lain, shackle yang lebih ringan sering ditemukan digunakan pada peralatan kecil seperti koper atau tali derek, serta pada peralatan keselamatan pribadi seperti sabuk panjat dan alat-alat pendakian gunung.
Jadi fungsi shackle bisa diuraikan sebagai berikut:
- Menghubungkan Beban Shackle Digunakan untuk menghubungkan sling, rantai, dan tali angkat dengan beban.
- Penggunaan dalam Sistem Rantai dan Sling Shackle Memainkan peran kunci dalam menyusun sistem rantai dan sling untuk pengangkatan beban yang aman.
- Fungsionalitas Pin yang Dilepas Kemampuan Melepas pin mempermudah instalasi dan perawatan peralatan angkat.
- Keamanan dan Ketahanan Terhadap Beban Shackle Dirancang untuk memberikan keamanan dan ketahanan yang optimal terhadap beban yang diangkat.
Pemilihan dan Penggunaan Shackle yang Tepat
Pemilihan shackle yang sesuai dengan beban kerja sangat penting untuk mencegah kegagalan dan memastikan keselamatan dalam operasi pengangkatan beban. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:
- Beban Kerja (Working Load Limit – WLL) Pastikan untuk mengetahui beban kerja yang akan diangkat, dan pilih shackle dengan WLL yang sesuai. WLL adalah batasan maksimal beban yang aman untuk shackle tersebut.
- Faktor Keselamatan (Safety Factor) Gunakan faktor keselamatan yang sesuai, biasanya 5:1. Artinya, kapasitas beban kerja shackle seharusnya lima kali lebih tinggi dari beban yang diangkat. Ini memberikan margin keselamatan yang memadai.
- Ukuran dan Jenis Shackle Pastikan ukuran dan jenis shackle yang dipilih sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Ada berbagai jenis shackle, seperti D-shackle dan bow shackle, serta ukuran yang berbeda.
- Material Konstruksi Pertimbangkan lingkungan kerja dan faktor korosif. Shackle tersedia dalam berbagai material, termasuk baja karbon, baja tahan karat, dan alloy steel.
- Penggunaan Sling Jika shackle akan digunakan bersama sling, pastikan kompatibilitas antara shackle dan sling. Perhatikan diameter sling dan peringatan produsen.
- Pemeliharaan dan Inspeksi Lakukan pemeliharaan rutin dan inspeksi visual sebelum setiap penggunaan. Jika ada tanda-tanda kerusakan atau keausan, shackle sebaiknya tidak digunakan.
- Faktor Lingkungan Pertimbangkan kondisi lingkungan kerja seperti suhu, kelembaban, dan kemungkinan kontaminan. Beberapa lingkungan mungkin memerlukan perlakuan khusus atau pelapisan pada shackle.
- Petunjuk Penggunaan Produsen Selalu ikuti petunjuk penggunaan dan rekomendasi produsen shackle. Ini termasuk batasan penggunaan, cara perawatan, dan informasi keselamatan lainnya.
Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, pemilihan shackle yang sesuai dengan beban kerja dapat membantu mencegah kegagalan dan mengoptimalkan kinerja serta keselamatan dalam kegiatan pengangkatan beban.
Pentingnya Inspeksi Rutin Pada Shackle
Melakukan inspeksi secara rutin pada shackle merupakan langkah penting untuk memastikan fungsi dan keamanannya. Berikut beberapa panduan inspeksi dan tanda-tanda kerusakan yang perlu diperhatikan:
- Pemeriksaan Rutin – Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan kinerja yang aman. – Periksa mata belenggu dan lubang pin untuk melihat tanda keausan dan peregangan, yang dapat mengindikasikan kelebihan beban. – Cek apakah body belenggu mengalami tekukan, karena belenggu yang bengkok tidak akan berfungsi dengan baik.
- Pemeriksaan Pin – Periksa semua pin belenggu dari distorsi, cacat permukaan, patah, dan keausan. – Pastikan semua pin lurus dan screw pin terpasang dengan benar.
- Penggantian Shackle yang Rusak – Ganti belenggu yang bengkok atau menunjukkan tanda keausan berlebihan, terutama jika melebihi 10% dari diameter aslinya atau saat pin belenggu memanjang.
- Tanda-Tanda Kerusakan – Perhatikan tanda-tanda seperti korosi atau karat berlebihan, lubang yang terlalu besar, dan torehan atau goresan berlebihan pada shackle. Hal ini dapat mengurangi dimensi belenggu dan menyebabkan bahaya. – Jangan gunakan shackle yang tidak memiliki merek dagang atau ilegal, serta perhatikan adanya tanda-tanda kerusakan akibat panas.
- Pemeriksaan Komponen – Pastikan komponen seperti bantalan beban tidak bengkok, terpuntir, terdistorsi, atau mengalami kerusakan lainnya. – Perhatikan indikasi kerusakan akibat panas, seperti perubahan warna biru atau percikan las pada shackle.
- Pemilihan Pin yang Sesuai – Gunakan pin pengganti yang sesuai dengan bentuk dan ukuran shackle. Pin yang rusak harus segera diganti.
- Penggantian Secara Tepat Waktu – Shackle harus diganti jika mengalami distorsi dari bentuk aslinya atau mengalami kerusakan serius pada komponennya. – Hindari penggunaan shackle yang tidak memiliki tanda-tanda atau marking seperti diameter, ukuran bodi, WLL, dan merk.
Memahami kapan harus mengganti shackle menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kinerja shackle selama operasi pengangkatan.
Aplikasi Shackle dalam Berbagai Industri
Shackle (segel) memiliki berbagai aplikasi di berbagai industri karena kemampuannya untuk menyediakan titik pengait yang kuat dan aman. Berikut adalah beberapa aplikasi shackle dalam berbagai industri:
1. Industri Konstruksi
- Pengangkatan Beban: Digunakan untuk mengaitkan dan mengangkat beban berat seperti balok baja, panel beton, atau peralatan konstruksi berat.
- Pemasangan Struktur: Dalam pemasangan struktur baja atau beton, shackle membantu menyusun sambungan antara elemen-elemen struktural.
2. Industri Kelautan
- Pengoperasian Kapal: Shackle digunakan untuk berbagai keperluan di kapal, termasuk pengaitan tali angkat, pengangkatan peralatan, dan pemasangan struktur kapal.
- Rigging Kapal: Dalam rigging kapal, shackle menyediakan titik pengait untuk tali-tali angkat, rantai, dan peralatan rigging lainnya.
3. Industri Minyak dan Gas
- Operasi Offshore: Pada platform minyak dan gas offshore, shackle digunakan dalam pengangkatan dan pemasangan struktur di laut.
- Penanganan Peralatan Berat: Shackle digunakan untuk mengaitkan dan mengangkat peralatan berat selama operasi pengeboran atau konstruksi fasilitas minyak dan gas.
4. Industri Manufaktur
- Penggunaan pada Mesin: Pada lantai pabrik, shackle digunakan untuk mengangkat dan mengaitkan peralatan manufaktur seperti mesin atau komponen berat lainnya.
- Rigging untuk Proses Produksi: Shackle juga digunakan dalam rigging untuk proses produksi seperti pengangkatan dan pemasangan komponen.
5. Industri Listrik
- Pemasangan Struktur Tiang Listrik: Shackle digunakan dalam pemasangan struktur tiang listrik, membantu mengangkat dan memasang bagian-bagian berat.
- Pemeliharaan dan Perbaikan: Dalam pemeliharaan jalur listrik, shackle digunakan untuk penggantian dan perbaikan peralatan listrik yang besar.
6. Industri Pertambangan
- Pengangkatan Peralatan Tambang: Shackle digunakan dalam kegiatan pengangkatan peralatan berat dan komponen pertambangan seperti shovel atau truk tambang.
- Pemasangan Struktur Tambang: Dalam pembangunan atau pemeliharaan struktur tambang, shackle membantu menyusun dan mengangkat komponen struktural.
7. Industri Energi Terbarukan
- Pemasangan Turbin Angin: Dalam industri energi terbarukan, shackle digunakan untuk pemasangan turbin angin, membantu mengangkat dan memasang bagian-bagian besar.
8. Industri Transportasi
- Pengangkatan dan Pemasangan Barang Berat: Dalam industri transportasi, shackle digunakan untuk pengangkatan dan pemasangan barang berat pada kendaraan atau fasilitas logistik.
Penting untuk dicatat bahwa aplikasi shackle dapat bervariasi tergantung pada jenis shackle, lingkungan kerja, dan kebutuhan spesifik dari industri tersebut.
Dalam setiap aplikasi, pemilihan shackle yang tepat dan pemeliharaan yang baik sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kinerja yang optimal.
Kesimpulan
Shackle atau segel, adalah perangkat penting yang digunakan dalam berbagai industri untuk tujuan pengangkatan, pengamanan, dan rigging beban berat.
Shackle menyediakan titik pengait yang kuat dan aman antara alat pengangkat dan beban yang akan diangkat. Beberapa aplikasi utama shackle melibatkan pengangkatan beban berat dalam konstruksi, kelautan, industri minyak dan gas, manufaktur, listrik, pertambangan, energi terbarukan, dan transportasi.
Jenis shackle yang umum meliputi D-shackle dan bow shackle, dengan variasi lainnya seperti twisted shackle dan wide body shackle.
Pemilihan shackle yang sesuai dengan beban kerja, faktor keselamatan yang tepat, dan pemeliharaan rutin sangat penting untuk mencegah kegagalan dan memastikan keselamatan serta kinerja optimal dalam operasi pengangkatan beban.


